MEMBUAT GULA

Gula tebu yang paling banyak diperdagangkan adalah yang kita kenal dengan nama lokal sebagai gula kristal mentah, gula kristal putih dan gula kristal rafinasi. Dalam perdagangan internasional, jenis-jenis gula tersebut memiliki nama yang tidak selalu sama. Nama internasional gula kristal mentah adalah raw sugar, sedangkan gula putih namanya adalah plantation white sugar atau mill white sugar. Yang biasa kita sebut sebagai gula rafinasi, dalam perdagangan internasional dinamakan white sugar. Oleh sebab itu white sugar sama dengan gula kristal rafinasi dan bukan gula kristal putih.

Gula kristal mentah atau raw sugar dibuat dari nira tebu yang diproses secara sederhana yaitu dengan menyaring padatan kotoran atau lumpurnya kemudian dikristalkan. Gula tersebut berwarna coklat tua karena masih mengandung sisa kotoran dan molases atau tetes tebu sehingga tidak untuk dikonsumsi karena tidak layak dikonsumsi.

Gula kristal putih atau plantation white sugar dibuat dari nira tebu yang diproses dengan tahapan yang lebih panjang daripada proses pembuatan gula kristal mentah. Setelah disaring padatan kotorannya, nira tebu di bersihkan melalui proses karbonatasi atau proses sulfitasi. Nira tebu yang lebih bersih tersebut dikentalkan lalu di kristalkan mejadi gula kristal putih. Warna gulanya menjadi putih namun agak keruh. Beberapa pabrik menggunakan proses karbonatasi ganda untuk memperoleh warna gula yang lebih putih. Proses sulfitasi juga sudah tidak digunakan karena tidak higienis akibat sisa belerang yang tertinggal di gula.


Gula kristal rafinasi atau white sugar adalah gula yang paling putih warnanya karena beberapa hal sebagai berikut. Pertama, bahan bakunya adalah gula kristal mentah. Kedua, proses pembuatannya selain meliputi karbonatasi juga menggunakan teknologi pertukaran ion atau ion-exchanger. Proses ion-exchanger mampu memisahkan molekul non-sukrosa seperti sisa kotoran, sisa mineral dan molekul warna yang terluput dalam proses karbonatasi, sehingga hasilnya adalah gula kristal yang sangat putih.
  • Gula Tebu +

    Proses Pembuatan Gula Kristal Dari Tebu Volume dan mutu gula pada dasarnya tergantung dari 2 faktor utama yaitu kandungan gula dalam batang tebu dan pengolahan nira tebu menjadi gula kristal. Apabila kandungan gulanya maksimal dan pengolahannya di pabrik efisien maka hasilnya maksimal. Proses produksi gula kristal di pabrik gula adalah memisahkan gula atau sukrosa dari batang tebu dan mengolahnya menjadi butiran gula kristal. Dalam proses tersebut kerusakan dan kebocoran sukrosa perlu diminimalisasikan sehingga sukrosa yang dapat dikristalkan menjadi maksimal. Sukrosa Read More
  • Gula Mentah +

    Pembuatan Gula Kristal Mentah Pada dasarnya pembuatan gula kristal mentah sama dengan pembuatan gula kristal putih kecuali pada tahapan prosesnya yang berbeda yaitu lebih singkat daripada proses pembuatan gula kristal putih. Pada proses pembuatan gula kristal mentah, pemurnian nira tebu lebih ringkas dan sederhana yaitu hanya mengalami proses defekasi sebelum nira dikentalkan dan diolah menjadi kristal. Dalam proses ini tidak dilakukan karbonatasi atau sulfitasi. Defekasi adalah proses pembersihan nira tebu yag minim saja. Gula kristal yang dihasilkan umumnya dinamakan gula Read More
  • Gula Putih +

    Pembuatan Gula Kristal Putih Gula kristal putih atau plantation white sugar dibuat dari nira tebu yang diproses dengan tahapan yang lebih panjang daripada proses pembuatan gula kristal mentah. Setelah disaring padatan kotorannya, nira tebu di bersihkan melalui proses karbonatasi atau proses sulfitasi. Nira tebu yang lebih bersih tersebut dikentalkan lalu di kristalkan mejadi gula kristal putih. Warna gulanya menjadi putih namun agak keruh. Beberapa pabrik menggunakan proses karbonatasi ganda untuk memperoleh warna gula yang lebih putih. Proses sulfitasi juga sudah Read More
  • Gula Rafinasi +

    Pembuatan Gula Rafinasi Gula Rafinasi Read More
  • 1