AWAL PEMBUATAN GULA TEBU

Diketahui adanya catatan awal tentang pembuatan gula tebu pada masa permulaan tahun Masehi. Seorang penulis Yunani yaitu Diosorides menulis: “Ada semacam madu pekat, yang disebut saccharon, ditemukan pada gelagah di India dan Arab, serupa garam dan rapuh seperti garam bila digigit”.

Akhli sejarah pangan, R. J. Forbes menulis: “Gula yang baru dikenal orang-orang Romawi pada abad pertama Masehi, ternyata sudah dibuat di India meskipun dalam jumlah yang tidak banyak”. Catatan di India sudah menyebutkan gula sebagai bahan pengobatan, misalnya Chanaka disekitar tahun 78 Masehi dan Acharya Sushruta dalam bukunya Sushruta Samhita, buku pengobatan bedah Ayurveda, sekitar satu abad kemudian. Catatan tentang adanya gula di Tiongkok telah ada sejak sebelum dinasti Chin Timur 317-420 Masehi.

Pada masa antara abad pertama Masehi dan kedatangan pertama orang Eropa, industri gula India dan Tiongkok telah sangat berkembang. Gula digunakan sebagai obat dan kemudian sebagai bumbu makanan yang disukai. Catatan Marco Polo menyebutkan adanya industri gula dan persediaan yang cukup besar di sebelah tenggara Tiongkok yaitu di muara sungai Yangtse dan “di seberang dari Taiwan”. 

Pada tahun 1498, ketika Vasco da Gama mendarat di Calcutta, India, dia mencatat adanya sejumlah besar gula. Ludivico di Varthema yang melakukan perjalanan ke India antara tahun 1503-1508 mencatat dalam bukunya “Itinerario de Ludouico de Varthema Bolognese” bahwa di selatan Goa, India, “ada kelimpahan besar gula, terutama gula manisan sebagaimana yang kami lihat”.

Pada saat Duarte Barbosa, ipar dari Ferdinand Magellan, mengunjungi India tahun 1513, dia mencatat “Adanya gula di Benggala yang dibuat untuk makanan, dikemas dan dikirim ke Sri Lanka dan Arab, tapi orang Benggala ini tidak tahu bagaimana caranya membuat gula putih”.

Selama periode perkembangan produksi gula di India dan Tiongkok, cara pembuatannya pada dasarnya tetap sama, mirip dengan cara pembuatan gur, yaitu gula merah di India saat ini. Nira tebu diperas menggunakan alu dan lesung atau penggilingan tebu yang digerakkan manusia atau kerbau. Nira kemudian direbus dalam panci terbuka sampai menjadi padat.A