GULA DI DUNIA BARU

Orang Portugis mengambil gula dari Brazil. Seorang penulis Hans Staden mencatat bahwa pada tahun 1540 di pulau Santa Catarina saja telah terdapat 800 pabrik gula dan Demarara serta Suriname bahkan telah memiliki 2.000 pabrik. Sekitar 3.000 pabrik kecil juga telah didirikan sebelum tahun 1550 di Dunia Baru. Pembangunan pabrik-pabrik gula tersebut telah menciptakan permintaan peralatan-peralatan berat dari besi  dari industri baja di Eropa. Pembuatan peralatan pabrik gula tersebut berperan dalam pengembangan teknologi yang diperlukan untuk revolusi industri baru yang lahir di Eropa pada awal abad ke-17.

Sejak tahun 1625, Belanda membawa tebu dari Amerika Selatan ke Kepulauan Karibia termasuk Barbados dan Kepulauan Virgin, yang nantinya menjadikan wilayah tersebut sebagai produsen gula terbesar di dunia. Penggunaan banyak budak pada kebun-kebun tebu tersebut telah mampu menghasilkan gula dengan harga yang lebih rendah daripada gula yang diimpor dari Timur.

Selama abad ke-18, gula menjadi sangat populer dan konsumsinya meluas sebab harganya yang murah akibat pembangunan perkebunan gula besar-besaran di Kepulauan Karibia. Semua lapisan masyarakat telah menjadi konsumen gula yang dulunya dianggap sebagai barang mewah. Di Inggris sebagian besar gula digunakan untuk minum teh, tetapi kemudian menjadi makin populer ketika digunakan untuk membuat permen dan cokelat.

Sejak akhir abad ke-18, teknologi produksi gula menjadi semakin mekanis. Pada tahun 1768, mesin uap pertama digunakan sebagai penggerak pada pabrik gula ada di Jamaika. Sesudahnya, tenaga uap makin makin banyak digunakan oleh pabrik-pabrik gula.