TEBU MULAI DIKENAL OLEH DUNIA BARAT

Varietas tebu yang paling banyak menghasilkan gula adalah saccarum officinarum diperkirakan sudah dibudidayakan di Papua sejak 9000 tahun yang lalu. Penyebarannya ke Filipina dan India diperkirakan sejak 7000 tahun lalu untuk kemudian melalui jalur migrasi diperkenalkan lebih jauh ke Asia Tenggara lalu ke India dan Tiongkok pada masa 800 SM. Gula sudah dibuat di India pada masa 400 SM sampai 700 M, yaitu dari nira tebu yang direbus dan dijemur sampai keras. Catatan pertama mengenai gula adalah pada saat pasukan Iskandar Agung menjelajah ke Punjab, India. Salah satu jenderalnya yaitu Nearchus pada tahun 327 SM melaporkan:“Ada tumbuhan gelagah di India yang menghasilkan madu tanpa bantuan lebah, yang dapat dibuat menjadi minuman yang memabukkan, meskipun tanaman tersebut tidak berbiji ataupun berbuah”.

Pemuliaan tanaman tebu menjadi “thin canes”, semacam varietas saccarum barberi yang kadar gulanya lebih tinggi, diduga dilakukan di India dan Tiongkok. Secara perlahan budidaya tebu dan teknologi pembuatan gula menyebar ke barat dan mencapai Persia pada masa 500 SM.

Migrasi tebu kedua terjadi pada masa dimulainya penyebaran agama Islam melalui penaklukan wilayah. Ketika menaklukkan Persia, para laskar Islam menemukan tebu yang dinamakan “gelagah Persia” dan teknologi pembuatan gula yang kemudian diperkenalkan ke wilayah-wilayah lain yang mereka taklukkan. Tebu tiba di Mesir setelah ditaklukkan tahun 510 M. Orang-orang Mesir yang memiliki teknologi pertanian dan kimia mengembangkan teknik penyaringan, pemurnian dan kristalisasi gula.

Selanjutnya tebu menyebar ke Afrika Utara sampai ke Maroko dan menyebarang bersama laskar ke selatan Spanyol pada tahun 755 M serta Sisilia pada tahun 950 M.

Pada masa itu gula sangat mahal harganya. Sebagai contoh, istana Badii di Maroko milik Sultan Ahmed el Mansour yang dibuat dari bahan-bahan batu marmer Italia, batu onyx dan emas, pembangunannya dibiayai dengan gula yang beratnya sama dengan berat bahan-bahan tersebut. Pada abad X, gula sangat mahal dan digunakan sebagai obat. Harga gula setara dengan harga rempah-rempah yang langka seperti lada, kayu manis dan saffron. Selain itu, perdagangan gula Eropa seperti halnya dengn rempah-rempah dikuasai orang-orang Arab. Mahalnya gula juga disebabkan proses pembuatannya yang sulit.


Orang-orang Arab banyak berperan dalam penyebaran tebu ke Eropa. Mereka membawa tebu ke wilayah-wilayah yang dikuasainya. Mesir disekitar tahun 640 Masehi dan selanjutnya ke sekitar Laut Tengah termasuk Suriah, Siprus dan Kepulauan Kreta yang akhirnya mencapai Spanyol kira-kira tahun 715 Masehi. Tahun 1420. Orang-orang Portugis memperkenalkan tebu ke Madeira dan tak lama kemudian mencapai Kepulauan Canary untuk selanjutnya ke Azores dan Afrika Barat.

Selanjutnya, pada bulan Agustus 1492, sesaat sebelum perjalanan bersejarah ke Dunia Baru yaitu Amerika, Christopher Columbus singgah di Gomera di Kepulauan Kanari. Tujuannya adalah untuk mengambil anggur, air dan perbekalan lainnya untuk keperluan perjalanannya. Semula dia ingin tinggal di sana hanya untuk empat hari tetapi menjadi sebulan karena persahabatannya dengan gubernur Canary yaitu Dona Beatriz de Bobadilla y Ossorio. Sebagai kenangan persahabatan, gubernur tersebut memberi batang tebu yang oleh Columbus dibawa berlayar dan menjadi tebu pertama di Dunia Baru.

Meskipun tebu yang dibawa oleh Columbus tumbuh dengan baik, namun pabrik yang pertama baru berdiri tahun 1506. Dicatat bahwa gula pertama yang dikirimkan ke Spanyol dari Hispaniola, sekarang Haiti dan Dominika, adalah tahun 1516. Gula tersebut dalam jumlah kecil yang dikirim sebagai hadiah untuk Raja. Pengiriman dalam jumlah besar baru terjadi tahun 1525 sebanyak 3 kapal dan pada tahun 1530 dikirim 12 kapal dengan muatan 1.500 ton gula. Pada tahun 1546 sudah ada sebanyak 24 pabrik gula di Hispanolia.